Kita semua pasti akan menjawab dengan tepat jika ditanya hewan apa yang identik dengan negara Australia. Namun, apakah ada yang baru menyadari kalau hewan yang satu ini memiliki kantung di tubuhnya? Karena itulah hewan ini termasuk ke dalam golongan hewan marsupial atau mamalia yang merawat bayinya di dalam kantung pada tubuh induknya. Tidak sampai disitu, masih banyak fakta-fakta mencengangkan lainnya dari hewan yang sepertinya berkaki lima ini.
1 - Dijadikan Lambang Negara
Seperti yang sudah kita singgung di atas, kanguru menjadi salah satu hewan endemik dari negara Australia yang dijadikan lambang negara itu di samping burung emu.
2 - Tidak Bisa Berjalan Mundur
Atas dasar ini pula ternyata yang melatarbelakangi hewan ini dijadikan lambang negara oleh Australia. Ya, tentu saja karena setiap negara tidak ingin mengalami kemunduran.
Bukankah ukuran ekornya yang besar itu bisa mengganggunya dalam bergerak? Pertanyaan yang akan terjawab jika kita membaca tulisan ini sampai akhir.
3 - Menjadi Salah Satu Aktor Utama dalam Sebuah Film
Jika kamu masih ingat dengan film Kangaroo Jack (2003), film bergenre komedi itu juga menampilkan kanguru sebagai salah satu pemeran utamanya.
4 - Hewan Paling Berotot di Dunia
Tidak bisa diketahui pasti kebenarannya. Namun, menurut kabar yang beredar bahwa setengah dari berat badan kanguru merah merupakan otot, maksudnya memiliki tampilan bak seperti binaragawan.
5 - Hewan Kidal
Meskipun tidak semuanya, tapi kebanyakan dari kanguru adalah kidal. Kami bahkan sempat membayangkan kalau hewan ini akan lihai jika menjadi seorang atlit bulu tangkis, lihat saja legenda bulu tangkis asal Malaysia Lee Chong Wei.
Baca juga:
Mengenal Teknologi Reproduksi pada Hewan
6 - Berjalan Dengan Bantuan Ekornya
Kita mungkin mengira ekornya yang besar itu tidak cukup berguna untuk mobilitas hewan tersebut saat mencari makan atau saat melakukan aktivitas lainnya, tapi coba perhatikan ketika hewan ini merumput. Kanguru akan menggunakan dua kaki depannya dan menggunakan ekornya sebagai "kaki ketiga" sementara kaki belakangnya terangkat dari tanah, begitu pun saat berdiri tegak ekornya digunakan sebagai penyeimbang.
7 - Populasi Kanguru di Australia Lebih Banyak Daripada Manusia
Setengah dari populasi kanguru di Australia merupakan persamaan dari jumlah warga negaranya. Jumlahnya yang sangat banyak, tak jarang hewan ini merusak tanaman pertanian; karenanya hewan ini dikategorikan sebagai hama.
Masalah lain seperti kecelakaan lalu lintas juga sering terjadi diakibatkan hewan yang satu ini, akibatnya pemusnahan berkala terpaksa dilakukan pemerintah Australia demi terkendalinya populasi kanguru di negara tersebut.
Itulah fakta-fakta dari hewan kanguru yang bisa Kroketer bagikan.
 |
referensi: https://www.idntimes.com/science/discovery/peter-eduard/fakta-unik-kanguru-yang-tak-banyak-diketahui-c1c2?page=all Mengenal Teknologi Reproduksi pada Hewan |
Tidak bisa dipungkiri bahwa suatu teknologi sejatinya muncul dari permasalahan yang ada, tak terkecuali dalam dunia peternakan. Peningkatan permintaan manfaat dari sektor ini untuk pemenuhannya terkadang tidak bisa diimbangi oleh kemampuan alami dari hewan ternak itu sendiri; yang memerlukan waktu lebih lama. Dengan permasalahan yang ada, pada tahun 1996 ilmuan Ian Wilmut mencetuskan sebuah riset tentang proses pengembangbiakan hewan buatan, yang nantinya ia sebut sebagai teknologi kloning. Bersama rekannya di Roslin Institute Edinburgh, Skotlandia Ian membuat teknologi kloning pertamanya. Kloning adalah pembuatan suatu organisme dengan meniru organisme lainnya. Kloning pada hewan dilakukan dengan menggunakan sel tubuh hewan untuk kemudian dikembangbiakan menjadi satu individu yang utuh.
Baca juga:
Pemanfaatan Robot Dalam Dunia Kloning
Seperti saat Ian Wilmut mengambil seekor domba untuk dijadikan bahan penelitiannya. Pertama-tama ia mengambil sel ovarium pada domba betina dan mengambil sel kelenjar mamae dari domba betina lain, lalu mengeluarkan nucleus sel telur dan memasukan sel kelenjar mamae kedalam sel telur yang sudah tidak memiliki nucleus. Selanjutnya, sel telur yang mengandung sel kelenjar mamae tersebut dimasukkan ke uterus indukan domba betina yang nantinya akan mengandung dan melahirkan anak domba hasil kloningan.
Nah, itulah penjelasan singkat dari proses pengembangbiakan hewan secara kloning; cukup menarik bukan.
 |
Ada apa? China Babi dan RobotChina, babi, lalu apa hubungannya dengan robot? Dengan maksud ingin mengurangi ketergantungan negara pada babi hasil pembiakan impor, para peneliti di China berhasil mengembangkan robot yang disebut bisa mengkloning babi secara otomoatis. Sepertinya wajar jika para peneliti di negara itu mau begitu bersusah payahnya dalam mengembangkan teknologi ini, China sendiri merupakan negara dengan konsumsi daging babi terbesar di dunia. Melansir South China Morning Post melalui detikinet, para peneliti itu mengumumkan kemajuannya dalam pengembangan tersebut. Pada Maret 2022, seekor induk babi melahirkan tujuh anak babi hasil kloning di College of Artificial Intelegence Universitas Nankai di Tianjin, China. Seorang peneliti yang juga terlibat dalam pengembangan tersebut mengatakan "Setiap langkah proses kloning dilakukan secara otomatis, dan sama sekali tidak melibatkan pengoperasian oleh manusia." Sebelumnya, beberapa bagian dari proses kloning termasuk penghapusan sel telur masih harus dilakukan oleh manusia. "Makalah peer-review akan segera muncul di jurnal Engineering untuk melaporkan detil teknis," Liu, peneliti yang dimaksud, menambahkan. Liu berharap kemajuan ini dapat membuat stok babi yang berkualitas tinggi lebih banyak tersedia di China, dan bahkan dapat membantu negara itu mandiri di tengah kekhawatiran akan rentannya pembatasan impor dari AS dan negara-negara barat lainnya. Mantan peneliti di Chinese Academy of Agricultural Sciences yang membantu memproduksi babi kloning pertama di China 2005 lalu, Pan Dengke juga memberikan pernyataan "Jika berhasil, sistem otomatis ini dapat dikembangkan menjadi perangkat kloning yang bisa dibeli oleh perusahaan atau lembaga penelitian mana pun, sehingga ilmuan tidak perlu melakukan kloning manual yang memakan waktu." Dari info di atas, apakah Kroketers juga memperhatikan? Bahwa masalah yang dialami oleh negara China itu hampir mirip dengan negara kita, tapi yang membedakan adalah jenis hewannya. Di Indonesia permintaan terhadap daging sapi cukup tinggi, namun sayangnya tidak diimbangi oleh pengadaan daging sapi yang memadai. Akibatnya, harganya pun melambung tinggi dan sulit dijangkau oleh masyarakat kebanyakan, sehingga kebutuhan masyarakat pun tersendat. Semoga dengan keberhasilan para peneliti di China itu bisa memberikan motivasi kepada para pemangku kepentingan di negara kita dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat ini. |
Komentar
Posting Komentar