Masih 11-12 dengan Cristiano Ronaldo di usianya yang menginjak 39 tahun sang mega bintang dari negeri Tanggo itu tetap bisa mencuri perhatian banyak penikmat sepakbola di seluruh penjuru dunia, hal itu tentu saja karena performa sang pemain selama di lapangan. Terakhir, La Pulga mampu membawa timnas negaranya berbicara banyak di pentas World Cup 2026 dengan mengantarkan Argentina lolos hingga partai puncak final. Meskipun harus merelakan trofi pildunnya tahun ini terenggut dari ruang koleksi piala pribadinya, yang baru saja ia raih 2022 lalu, sang pemain tetap mendapatkan riuh tepuk tangan dari penonton di tribun maupun mereka yang menyaksikannya di balik layar kaca saat ia menggocek si kulit bundar di atas rumput hijau.
"Semakin Bertambah Umur Seseorang Maka Harus Semakin Bijak" pun Demikian Messi
Banyak yang mengira jika El Messias sudah memiliki bakat alami dari lahir sehingga dapat meraih pencapaian seperti sekarang. Namun, nampaknya setiap orang harus tahu bahwa sebenarnya pada masa puncak popularitas sang mega bintang, tepatnya tahun 2014 lalu sang pemain sendiri sudah merasakan bahwa karirnya tidak akan bertahan lebih lama lagi. Hal itu ia dapati saat dirinya sering merasakan mual dan muntah saat pertandingan. Entah siapa yang memberi tahu sehingga ia akhirnya memutuskan untuk merekrut ahli nutrisi; pada saat itulah ia bertemu dengan ahli nutrisi asal Italia Giuliano Poser. Sebenarnya jobdesk yang Messi berikan kepada ahli nutrisi barunya itu tidaklah banyak, ia hanya meminta agar siklus peradangan di tubuhnya ditekan dan pemulihan otot dipercepat. Bagi sang ahli nutrisi itu bukanlah kalkulasi yang rumit, ia cukup menyodorkan apa yang disebut dengan mediterania diet. Diet ini bertumpu pada lima pilar utama yakni air putih, minyak zaitun, biji-bijan utuh, buah dan sayuran, serta kacang-kacangan. Bersamaan dengan itu, tentu saja sang pemain juga mendapatkan imbauan agar ia meninggalkan kebiasaan lamanya mengkonsumsi makanan manis, minuman bersoda dan alkohol, serta pizza atau makanan cepat saji lainnya; berdasarkan apa yang disebutkan Poser kepadanya yakni gula sebagai salah satu musuh utama bagi otot. Meskipun tidak memberikan larangan sepenuhnya, poser juga meminta Messi agar berhati-hati memakan daging khususnya daging merah dan menyarankan ayam atau ikan serta minuman yang mengandung protein.
Persiapan Tidak hanya Beberapa Jam Sebelum Pertandingan Rahasia Lionel Messi Menjadi Top Scorer
Dengan mulai bekerjanya ahli nutrisi baru, hal itu juga berdampak pada persiapan sebelum pertandingan sang pemain. 10 hari sebelum hari h Messi harus mengurangi asupan karbohidrat, pada fase ini ia mengandalkan tiga shake protein per hari dengan hidrasi optimal. Tidak lupa 5 hari sebelum pertandingan ia harus menyantap sup sayur dengan campuran rempah seperti kunyit, jahe dan ketumbar di dalamnya, fungsinya untuk membantu sirkulasi dan pemulihan tubuh. Barulah saat sehari sebelum pertandingan menu makan pemain diperingan dengan ayam atau ikan, kentang rebus, sayuran hijau dan buah. Sentuhan akhir, saat 90 menit sebelum pertadingan sang pemain akan mengarahkan fokusnya kepada makanan yang dapat memberi energi cepat yang tidak banyak membebani pencernaan, ia biasa mengkonsumsi buah apel ataupun pisang sebagai cemilan sebelum laga.
Lihat juga:
Tidak Muda lagi ini Rahasia Muda dari Cristiano Ronaldo
Hijrah Diet Ala El Messias
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Poser meminta agar sang pemain meninggalkan kebiasaan lamanya di usia 20-an yakni meminum minuman bersoda, ia kini menggantinya dengan yerba maté, minuman khas Amerika Selatan yang mengandung kafein tanpa gula berlebih. Hidrasi menjadi prioritas utama, cairan dijaga sebelum, selama, dan setelah laga demi menunjang dan menjaga fungsi dan daya tahan otot.
Menyadari Dirinya bukan Binaragawan Fleksibilitas Modal Utama La Pulga
Lionel Messi memiliki kebiasaan latihan yang berbeda ia bakalan lebih memilih mengangkat beban ringan ketimbang harus membentuk masa otot, dengan mengandalkan latihan mengolah beban tubuh seperti squat, lunge, glute bridge, serta latihan inti. Tujuannya sederhana untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan. Latihan seperti jogging, bermain tredmil atau pun bersepeda juga ia lakukan untuk melatih ketahanan tubuh dalam menghadapi intensitas selama 90 menit di lapangan. Bagi mereka yang sering menonton aksinya di atas lapangan pasti sudah sangat familiar kalau keunggulan dari sang pemain bukanlah terletak pada sprint panjang melainkan kecepatan kontrol. Untuk melatih ini Messi membaginya ke dalam dua aspek latihan yakni linier dan multiarah. Latihan yang digolongkan sebagai latihan linier meliputi sprint pendek, lompatan rintangan, dan latihan akselerasi. Sementara untuk latihan multiarahnya ada lompatan lateral, gerakan geser kaki, hingga latihan cermin dalam rangka meningkatkan respon dan kelincahan. Setiap sesi pasti ia menutupnya dengan pendinginan dan hidrasi.
referensi:
https://health.detik.com/kebugaran/d-8263183/rahasia-bugar-lionel-messi-pantang-banget-makan-ini?page=3

Komentar
Posting Komentar