Parisian mana yang saat ini hatinya tidak merasakan gembira setelah menyaksikan klub kebanggaannya Paris Saint-Germain berhasil mengangkat si telinga besar pada edisi UEFA Champions League tahun ini. Meskipun dengan hasil demikian pada pertandingan tersebut publik Paris harus dibuat spot jantung selama 64 menit jalannya pertandingan setelah gol cepat Arsenal dari Kai Havertz dibuat pada menit ke-5 babak pertama. Beruntung tepat pada menit ke-64 Ousmane Dembélé berhasil membuat lega para penonton yang memberikan sorakannya kepada Les Parisiens melalui titik putih penalti. Hasil imbang tersebut bertahan hingga peluit akhir dibunyikan dan memaksa pertarungan hidup dan mati tersebut harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Tak cukup sampai di situ, pertandingan yang menentukan siapa kampiun Eropa di malam itu pun harus dilanjut ke babak tos-tosan. Ya, akhirnya PSG kembali mengunci gelar UCL-nya untuk tahun ini setelah dua penendang penalti dari kubu lawan yakni Gabriel Magalhães and Eberechi Eze gagal menuntaskan dengan baik tugasnya, melesakkan si kulit bundar ke gawang PSG yang dikawal Matvey Safonov.
Berikut ini kami telah merangkum fakta-fakta di balik keberhasilan Ahcraf Hakimi dkk merengkuh si telinga besar edisi 2025-2026.
Satu-satunya Klub yang Mampu Menyamai Catatan Real Madrid
Tentu semua orang tahu bahwa pada pengangkatan trofi anak-anak Les Parisiens kemarin di Puskas Arena Budapest, Hungaria itu merupakan kali kedua atau dalam kata lain berhasil mempertahankan gelar bergengsi tersebut secara beruntun. Ya, hanya Madrid dan sekarang mereka yang mampu memperoleh pencapaian tersebut semenjak format liga champions mulai diprakarsai pada tahun 1992-1993 silam.
Ini juga sekaligus mengukuhkan mereka ke dalam daftar atau tim ke-10 yang masuk jajaran elit tim dengan juara beruntun atau back to back selama 71 tahun sejarah UEFA Champions League dihelat. PSG bergabung atau masuk ke dalam sembilan tim lainnya seperti Real Madrid (1956, 1957, 1958, 1959, 1960, 2016, 2017, 2018), Benfica (1961, 1962), Inter Milan (1964, 1965), Ajax (1971, 1972, 1973), Bayern Muenchen (1974, 1975, 1976), Liverpool (1977, 1978), Nottingham Forest (1979, 1980), dan AC Milan (1989, 1990).
Menggunakan Skuad yang Sama dengan Starting Line-up Munchen 2024-2025
Fakta yang lebih gila adalah saat mereka hanya meninggalkan seorang saja dari skuad Munchen atau saat pertama kali mereka "pecah telur" sebagai kampiun untuk pertama kalinya di ajang klub para juara Benua Biru Eropa itu. Seperti kita tahu kiper termahalnya alumni Munchen harus meninggalkan klub lebih dulu dengan kata lain tidak ikut berpesta di acara back to back; pos yang ditinggalkan Gianlugi Donnarumma musim panas lalu itu kini ditempati orang lain. Hal itu tentu tidak lah begitu berarti, terbukti Les Parisiens tetap bisa mempertahankan gelarnya. Ini juga membuktikan bahwa tim yang sudah terbentuk perlu dipertahankan berapa pun harganya; jika ingin tim kebanggaan terus melesat lebih jauh mengingat kemistri antar pemain tidak terbentuk dalam satu malam.
Tidak Dicapai dengan 'Skuad Hedon'
Masih ingat saat awal-awal Paris Saint-Germain muncul ke permukaan, bukan gelar atau pun prestasi dan sejenisnya melainkan gaya transfernya yang "di luar nalar." Pemain mega bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, Edison Cavani, Neymar Jr, Mbappe bahkan hingga Lionel Messi pernah merasakan menjadi "tuan tanah" di Parc des Princes Stadium. Ironisnya gaya transfer pemain jor-joran itu tidak bisa membawa efek apa-apa ketika sang tim mentas di UCL. Justru tatkala mereka mampu menyentuh titik puncaknya, adalah ketika pemain-pemain berlabel mega bintang tersebut tidak lagi melambaikan tangannya ke arah tribun Parc des Princes sebagai bentuk penghormatan kepada penonton.
Selain PSG-nya sendiri rekor juga dipecahkan oleh sang arsitek Luis Enrique yang mana ia mampu menyamai prestasi pelatih berkebangsaan Spanyol lainnya José Villalonga bersama Real Madrid pada musim 1955-1956 dan 1956-1957.
Baiklah itu dia informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Fakta Gila PSG menjuarai UCL musim ini yang juga sebagai gelar back to back mereka di gelaran.
referensi:
https://jatim.antaranews.com/berita/1069863/psg-masuk-daftar-tim-sukses-pertahanan-gelar-juara-liga-champions
https://bola.okezone.com/read/2026/05/31/261/3221656/5-fakta-psg-juara-liga-champions-2025-2026-nomor-1-ikuti-jejak-real-madrid#google_vignette

Komentar
Posting Komentar