Beruntung sekali sekarang kita bisa menyaksikan siaran pertandingan Piala Dunia secara penuh; seluruh pertandingannya. Jika dibandingkan dengan zaman kakek nenek atau bahkan orang tua kita dahulu, mereka hanya bisa menyaksikannya saat partai final saja; itu pun dengan susah payah. Beberapa tahun berlalu seiring dengan kemajuan pesat teknologi kini kita bisa menyaksikannya secara penuh. Entah itu melalui media daring ataupun melalui pancaran sinyal televisi di rumah.
Menyinggung ke ranah pertelevisian tanah air, dalam hal ini penyiaran Piala Dunia, tentu dari dulu hingga sekarang sudah ada beberapa stasiun televisi nasional bergantian menayangkan perhelatan akbar sepak bola sejagat ini. Namun, apakah Kroketers mau tahu televisi mana sajakah itu?
Oke, yang pertama walaupun kita tidak sebutkan pasti semua akan tahu. Ya, Televasi Nasional Republik Indonesia (TVRI) menjadi satu-satunya stasiun televisi di negara kita yang menyiarkan gelaran Piala Dunia kala itu tepatnya tahun 1970; walaupun hanya pertandingan final saja.
Selanjutnya, 4 kali gelaran Piala Dunia berikutnya berturut-turut TVRI bertahan sebagai pemegang Rekor Muri, dalam hal penayangan hajat sepak bola empat tahunan itu. Barulah di tahun 1990 atau tahun ke enam Piala Dunia menghibur para pecinta si kulit bundar di tanah air, TVRI berkongsi dengan RCTI. Bahkan, tahun itu pun menjadi awal atau terpecahnya rekor baru, yakni penayangan Piala Dunia secara penuh; seluruh pertandingan dari babak penyisihan hingga partai puncak oleh televisi nasional di negara kita. Ngomong-ngomong di negara lain tahun berapa ya, masyarakatnya bisa menyaksikan siaran pertandingan Piala Dunia secara keseluruhan?
Pada kesempatan ajang selanjutnya, kini penayangannya disiarkan secara kwartet oleh RCTI, SCTV, TPI, dan tentu saja TVRI. Bagi yang tidak tahu, TPI ini kalau sekarang adalah MNCTV.
Pada tahun berikutnya, tepatnya gelaran Piala Dunia 1998 Perancis, ANteve dan juga Indosiar bergabung dengan kanal-kanal televisi yang menyiarkan di tahun sebelumnya.
Di tahun 2002 RCTI semakin digdaya, tepatnya saat perhelatan Piala Dunia digelar di Benua Asia untuk pertama kalinya. Stasiun tersebut menjadi satu-satunya televisi yang memegang hak siar Japan - South Korean 2002 World Cup. Di tahun 2006? Persaingan mulai sengit, sekarang giliran SCTV yang memegang hak siar sepenuhnya.
Di tahun 2010, meskipun penyiarannya kembali digelar oleh lebih dari satu stasiun tv lagi, namun kita semua juga tahu bahwa RCTI dan GlobalTv adalah dua stasiun tv yang bernaung dalam satu corporate yang sama. Di tahun 2014 juga demikian, kini giliran anggota VIVA: Antv dan tvOne kompak menyiarkan gelaran Piala Dunia yang waktu itu Jerman keluar sebagai juaranya.
Di tahun 2018, sepertinya Transcorp sukses dalam "usaha sambilannya," terbukti anggotanya Trans7 dan TRANSTV yang sebelumnya belum pernah berkecimpung dalam penyiaran olah raga, seluruh pertandingan Piala Dunia tahun itu sukses digelar di Rusia.
Lihat juga:
Jalan Terjal Argentina di Fase Grup
Pada Piala Dunia Edisi ke-22 yang digelar di Qatar pada tahun 2022 lalu, menjadi perhelatan pertama yang digelar setelah masa pandemi, SCTV kembali menyiarkan hajat sepakbola empat tahunan tersebut yang dibantu oleh Indosiar kali ini juga sukses dihelat dengan negaranya Lionel Messi keluar sebagai juaranya.
Nah, Kroketers itu dia beberapa stasiun televisi nasional yang pernah ambil bagian menjadi pemegang hak siar Piala Dunia di negara kita. Untuk tahun sekarang Amerika-Meksiko-Kanada 2026 World Cup, apakah sudah pada tahu disiarkan di televisi mana? Oh iya, menurut kalian mending pilih stasiun tv mana untuk penyiaran Piala Dunia yang akan datang serta jangan lupa berikan juga alasannya kenapa.
Jalan Terjal Argentina di Fase Grup
Kalah di laga perdana dari Arab Saudi bukanlah hal yang menghawatirkan bagi Messi dkk, jika mereka mampu tetap menjaga mental juaranya. Tentu saja, dengan catatan bisa menyapu bersih dua laga sisa. Throwback ke World Cup 1990, Argentina juga menderita kekalahan di laga perdananya oleh Kamerun kala itu. Namun, mereka tetap bisa mencapai partai final.
Menyinggung kembali pada kekalahan La Albiceleste dari Arab Saudi kemarin, sudah barang tentu ini akan membuat publik sepakbola di negara itu "agak pesimis." Namun sekali lagi, mereka tetap bisa merasa lega; walaupun sedikit saja.
Jika mau melihat kembali perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, mereka tetap bisa menjuarai kejuaraan itu, kendati mengalami kekalahan di laga perdanannya. Namun, bagi Argentina sendiri untuk menyapu dua laga tersisa bukanlah perkara mudah; terlebih jika melihat hasil akhir pertandingan grup C lainnya antara Meksiko vs Polandia adalah sama kuat. Ini menandakan bahwa persaingan untuk lolos ke fase gugur masih belum mengerucut kepada "Argentina dan," tapi "Argentina dan tiga tim lainnya." Dengan fakta demikian, tentu tidak akan ada tim yang bakal bermain "melunak" di grup ini.
Baca juga:
Ngomong-ngomong, dalam hidup ini kalau kita mau melihat ke arah sisi baiknya, semua kejadian pasti ada hikmahnya, tak terkecuali dalam sepakbola. Ya, kabar baiknya adalah dengan kekalahan Argentina kemarin, setidaknya muka persepakbolaan Asia di kancah antar Benua "terselamatkan." Bagaimana tidak? Setelah dua wakil lainnya berturut-turut dipermalukan tim lain dari luar Benua Kuning, sementara Arab Saudi mampu memutus rekor "memalukan" tersebut.
Bagaimana, apakah Kroketers termasuk yang bersedih dengan kekalahan tim Tanggo kemarin dari Arab Saudi, atau merasa senang karena melihat sisi baiknya seperti yang kami sebutkan tadi. Atau, kamu malah merasakan keduanya? Tetap semangat masih ada dua laga sisa.

Komentar
Posting Komentar