Apa itu Intensifier dan Penggunaannya

Bagaimana caranya kita memperkuat makna dari sebuah kata atau pun kalimat? Itulah sebabnya mengapa kita perlu tahu mengenai penggunaan dari intensifier ini. Dalam bahasa Inggris, intensifier biasanya dipakai untuk memperkuat atau memberikan penegasan terhadap makna kata atau pun kalimat.

Daftar Isi:

Berikut adalah beberapa bentuk intensifier yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

1 - Very

Bermakna sangat, amat, atau benar-benar.

  • She sing very well. "Dia bernyanyi sangat baik."

2 - Really

Bermakna benar-benar, sungguh, atau memang dan sering dipakai untuk memperkuat makna dari kata kerja.

  • I really love this movie. "Aku benar-benar menyukai film ini."

3 - Highly

Memiliki makna sangat, amat, atau tinggi.

  • This shoes is highly recommended. "Sepatu ini sangat direkomendasikan."

4 - Totally

Bermakna sepenuhnya, total, atau benar-benar.

  • He is totally exhausted. "Dia benar-benar kelelahan."

5 - Absolutely

Memiliki makna sepenuhnya, pasti, atau benar-benar.

  • I'm absolutely sure. "Aku benar-benar yakin."

6 - Completely

Memiliki makna sepenuhnya, lengkap, atau benar-benar.

  • She is completely satisfied. "Dia benar-benar puas."

7 - Incredibly

Bermakna sungguh luar biasa, sangat luar biasa, atau tidak percaya.

  • She is incredibly smart. "Dia sungguh luar biasa pintar."

8 - Extremely

Memiliki makna ekstrem, sangat atau amat sangat.

  • She is extremely talented. "Dia amat sangat berbakat."

Seperti pada contoh di atas, intensifier dapat digunakan untuk memperkuat makna adjective, adverb, serta verb. Namun, perlu diingat bahwa penggunaannya yang berlebihan dapat membuat kalimat menjadi tidak efektif atau bahkan tidak masuk akal.

Itulah cara menggunakan intensifier dalam kalimat bahasa Inggris; ketahui semua jenisnya dengan membaca artikel ini dari awal sampai akhir. Ok until future!

Apa itu Intensifier dan Penggunaannya
image credit: aussiepics pixabay


Perbedaan Linking Verb dan Stative Verb

Mungkin di antara kita ada yang masih merasa kebingungan mengenai perbedaan antara linking verb dan stative verb. Tapi saran kami sudahi saja kebingungan itu dengan membaca artikel ini sampai akhir; kita simak perbedaan serta fungsi dari keduanya secara detail.

1 - Linking Verb

Merupakan penghubung subjek dan predikat atau informasi tambahan lainnya dalam sebuah kalimat. Meskipun tidak memiliki makna yang kuat seperti kata kerja aksi, linking verb lebih berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan predikat.

  • She is a doctor. "Dia adalah seorang dokter."
  • The food tastes delicious. "Makanannya enak."

Berikut bentuk linking verb lainnya.

  • Menjadi: become, turn, grow.
  • Tetap: remain, stay.
  • Tampak: seem, appear, look.
  • Terbukti: prove.
  • Terlihat: sound, smell, taste, feel.

2 - Stative Verb

Merupakan kata kerja yang digunakan untuk menggambarkan keadaan atau kondisi yang tidak berubah atau tidak memiliki aksi yang jelas. Stative verb biasanya menggambarkan perasaan, pikiran, atau keadaan yang statis; ya, seperti namanya.

  • He knows the answer. "Dia tahu jawabannya."
  • I love reading books. "Aku suka membaca buku."

Berikut bentuk stative verb lainnya.

  • Perasaan: like, love, hate, prefer.
  • Pikiran: think, believe, know, understand.
  • Keadaan: exist, seem, appear, resemble.
  • Kepemilikan: have, own, posess.
  • Persepsi: see, hear, smell, taste.
  • Keadaan emosi: feel, enjoy, desire.
Lihat juga:
Jenis-jenis Sentence

3 - Mari Lihat Perbedaan Utamanya

  • Linking verb digunakan untuk menghubungkan subjek dengan predikat, sementara stative verb digunakan untuk menggambarkan keadaan atau kondisi. I see (stative) you are (linking) tired.

  • Linking verb tidak memiliki makna yang kuat seperti kata kerja aksi, sementara stative verb memiliki makna yang lebih spesifik dan menggambarkan keadaan yang statis.

Dalam beberapa kasus, kata kerja dapat berfungsi sebagai linking verb atau stative verb, tergantung pada konteks kalimat; tapi sekarang gak bingung lagi kan?

Perbedaan Linking Verb dan Stative Verb
image credit: pixabay

Komentar

Posting Komentar