Sebagian dari kita pasti sudah tidak asing lagi dengan minuman yang satu ini; apalagi di bulan puasa. Minuman yang seketika menjadi primadona ketika Bulan Suci Ramadan telah tiba. Mungkin, banyak dari kita yang tidak tahu jika kudapan manis kolak ini memiliki sejarah serta makna yang mendalam loh! Berikut informasinya.
Tujuan
Dahulu kolak merupakan makanan/minuman yang digunakan sebagai media dakwah. Setelah berembuk, para ulama waktu itu menemukan cara sederhana agar masyarakat dapat memahami agama Islam. Cara mudah dan sederhana waktu itu akan lebih dipahami oleh masyarakat adalah hal yang berhubungan dengan makanan. Oleh karena itu, para ulama menggunakan kolak sebagai media penyebaran Islam.
Pemilihan Nama Kolak
Nama kolak sendiri tidak sembarangan dipilih, nama tersebut diambil dari kata Khalik yang berarti Sang Pencipta. Hidangan yang berisikan pisang dan ubi tersebut dinamakan kolak, bertujuan agar bisa mendekatkan pada Sang Khalik atau pencipta.
Kolak awalnya hanya disajikan pada Bulan Ruwah saja atau Bulan Syaban dalam Kalender Islam. Namun, kemudian berlanjut hingga Bulan Ramadan. Hingga saat ini kolak masih menjadi menu takjil favorit masyarakat Indonesia khususnya di pulau Jawa.
Baca juga:
Apa itu Tharid?
Pemilihan Bahan Kolak
Tidak hanya namanya yang memiliki makna, namun bahan pembuatannya pun demikian. Bahan dasar kolak terdiri dari pisang kapok dan ubi.
Pisang kapok dimaksudkan pada arti kata kapok, hal tersebut bertujuan agar mereka yang beriman kapok dan bertaubat atas dosa yang pernah dilakukan. Sedangkan ubi atau telo pendem diartikan sebagai mengubur kesalahan yang telah lalu.
Nah Kroketers itulah sejarah serta makna yang terkandung dalam makanan/minuman kolak.
![]() |
| image credit: owner |
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3443232/original/008404400_1619682249-shutterstock_1939770685.jpg)
Komentar
Posting Komentar