Bagi kita para milineal yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Ibu Kota Jakarta, pasti akan lebih mengingat bahwa moda transportasi umum paling populer di Jakarta waktu itu adalah Mikrolet, bajai, Metromini, atau bahkan oplet. Namun, di era kekinian banyak sekali perubahan yang nampak dari kota berjuluk Batavia ini, khususnya di sektor moda transportasi umum. Bahkan di antaranya bisa dibilang eksklusif atau hanya bisa kita jumpai di wilayah Jakarta saja. Selain itu, moda transportasi umum di Jakarta sekarang kebanyakan sudah mulai terintegrasi dengan kemajuan teknologi saat ini. Wajar saja, kalau kita yang baru datang ke ibu kota akan sedikit merasa kebingungan saat ingin menaiki moda-moda transportasi tersebut.
Baiklah, berikut ini kami akan ulas bagaimana cara menaiki transportasi-transportasi umum di Jakarta yang sekarang.
[1.] Cara Menaiki Transportasi Umum di Jakarta dengan Transjakarta
Berdasarkan jalur lintasannya, Transjakarta dibagi ke dalam dua golongan, yaitu Reguler Bus Rapid Transit (BRT) dan Reguler non-BRT. Layanan reguler BRT memiliki jalur khusus tersendiri, membuatnya terbebas dari hambatan seperti kemacetan lalu lintas. Sedangkan, non-BRT menggunakan jalur umum.
Berikut beberapa cara naik Transjakarta yang perlu kita ketahui.
- Bank Rakyat Indonesia (BRIZZI)
- Bank Central Asia (Flazz)
- Bank Negara Indonesia (Tapcash)
- Bank Mandiri (Mandiri e-money)
- Bank DKI (JakCard)
- Pkl. 05:00-07:00 WIB (Rp2.000)
- Pkl. 07:00-24:00 WIB (Rp3.500)
- Pkl. 24:00-05:00 WIB (Rp3.500)
[2.] Cara Menaiki Transportasi Umum di Jakarta dengan KRL (Kerete Rel Listrik)
Selain di Jakarta, jenis moda transportasi ini pun kini mulai diberdayakan di kota-kota lain termasuk Bodetabek hingga Jogja-Solo. Bagi kita yang kebetulan bukan warga kota-kota tersebut pasti memiliki rasa penasaran bagaimana untuk menaikinya, apakah sama seperti menaiki kereta biasa? Tenang Kroketers kita akan coba menguraikannya.
[3.] Cara Menaiki Transportasi Umum di Jakarta dengan MRT (Mass Rapid Transit)
Diharapkan bisa mengatasi masalah kemacetan, kehadiran kereta bawah tanah atau lebih akrab dengan sapaan MRT (Mass Rapid Transit) ini disambut dengan baik oleh warga Jakarta sejak kehadirannya Maret 2019 lalu. Selain dianggap keren dan kekinian, MRT juga merupakan moda transportasi yang mudah dan terjangkau dengan keunggulannya yang bisa menghemat waktu perjalanan.
- Penumpang masuk ke stasiun MRT
- Penumpang dapat membeli Single Trip Ticket (STT) maupun Multi Trip Ticket (MTT) melalui loket atau Ticket Vending Machine (TVM).
- Setelah memiliki tiket MRT Jakarta, penumpang cukup menempelkan tiket (tap-in) di gerbang penumpang.
- Penumpang antri di belakang garis aman dan dalam garis antrian.
- Dahulukan penumpang turun sebelum masuk ke dalam kereta.
- Setelah tiba di stasiun tujuan, tempelkan kembali tiket Anda (tap-out) di gerbang penumpang.
- Penumpang diminta untuk mematuhi petunjuk dan arahan petugas.
[4.] Cara Menaiki Transportasi Umum di Jakarta dengan LRT (Light Rail Transit)
Salah satu keunggulan dari LRT adalah jumlah penumpang maksimal dalam satu gerbong yang sudah ditentukan, yaitu hanya 135 orang dengan kondisi nyaman, tidak berdesak-desakan.
Untuk cara menaikinya, sama seperti saat kita ingin menaiki MRT. Untuk sistem pembayaran tiket, LRT mengenalkan kartu SJT (Single Journey Trip). Kartu ini bisa didapatkan dari Passenger Agent Office (PAO) atau pada mesin tiket otomatis (Ticket Vending Machine) yang terdapat di seluruh stasiun LRT Jakarta. Hanya saja masa berlaku dari kartu SJT ini hanya 2 jam semenjak dikeluarkannya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai LRT, kita bisa mengunjungi laman resminya di lrtjakarta.co.id.

Komentar
Posting Komentar