Pernahkah kamu memperhatikan apa perbedaan dari KRL, MRT lalu LRT? Sekilas dari ketiganya memang seperti tidak nampak ada perbedaan. Namun, secara garis besar perbedaannya dapat kita lihat dari beberapa aspek berikut, yaitu sumber daya listrik serta jenis rel, kapasitas penumpang dan daerah pengoperasian.
Baik, jika hal itu yang sedang kamu carikan kamu beruntung sudah mampir ke halaman Kroketer ini, karena kami akan menguraikan detail dari ketiganya.
KRL (Kereta Rel Listrik)
Memiliki sumber daya listrik dari atas kereta, dengan jumlah kapasitas penumpang 2.000 orang penumpang, dan daerah pengoperasiannya meliputi Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, dengan 80 stasiun tersebar di kota-kota tersebut.
MRT (Mass Rapid Transit)
Mirip dengan KRL, sumber daya listriknya pun berada di atas kereta, dengan jumlah kapasitas penumpang hanya terpaut 50 orang dari KRL. Namun, yang membedakan antara keduanya adalah daerah pengoperasiannya, MRT hanya dioperasikan di Jakarta saja.
Baca juga:
Cara Menaiki Transportasi Umum di Jakarta yang Sekarang
LRT (Light Rail Transit)
Sementara itu, LRT memiliki perbedaan kontras dengan kedua pendahulunya. Selain jumlah kapasitas penumpangnya yang hanya sebatas 600 orang saja, LRT juga bersumber daya dari sumber listrik aliran bawah. Untuk daerah pengoperasiannya meliputi Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Itulah beberapa perbedaan yang berhasil kami himpun dari ketiga moda transportasi andalan para pekerja di Jakarta dan kota di sekitarnya itu. Bagaimana apakah kamu ingin mencobanya? Atau mungkin kamu sudah terbiasa menggunakan moda transportasi tersebut dalam aktivitasmu sehari-hari, kalau memang begitu coba share pengalamannya di kolom komentar.

Komentar
Posting Komentar