Kalah di laga pembuka, sebenarnya bukanlah hal yang akan membuat mereka gugup di laga mendatang dalam mengarungi gelaran Euro Cup kali ini. Mengingat tim yang berhasil mengalahkannya pun adalah tim sekelas Perancis yang mana merupakan runner-up pildun kemarin dan merupakan calon favorit juara Germany Euro 2024. Disamping itu, 11 pemain Perancis hanya mampu "menyematkan" satu gol saja ke gawang Patrick Pentz, ini menandakan kesiapan lini pertahanan mereka di laga Austria selanjutnya.
Tunggu dulu, Austria kali ini bukan lagi mereka saat menjadi tuan rumah Euro Cup 2008 silam.
Tim yang mulai dilatih oleh pelatih barunya Ralf Rangnick 2022 lalu itu, mulai menjadi perbincangan menarik bagi para fans Austria, setelah berhasil lolos ke putaran final Euro Cup 2024. Tentu saja, ini merupakan task completed bagi sang arsitek anyar, mengingat pemroyeksian namanya memang untuk menghantarkan tim berjuluk The Das Team itu lolos ke gelaran Euro Cup tahun ini. Tidak hanya sampai disitu, Austria kini juga diisi oleh sederet pemain bintang dari liga kenamaan benua Biru. Katakanlah pemain seperti David Alaba (Real Madrid, Spanyol), Marcel Sabitzer (Dortmund, Jerman), Marko Arnautovic (Inter, Italia) dan juga pemain lainnya yang tidak bisa tidak-diperhitungkan oleh kalangan Group D.
Menariknya, meskipun mereka "tertatih" di laga perdana saat bersua Perancis, pada akhirnya mereka berhasil melaju ke fase knock-out dengan bertengger sebagai pemuncak klasemen, sekaligus menyisihkan nama besar De Orenje Belanda sebagai peringkat tiga terbaik; untuk lolos ke fase knock-out. Namun, hasil tersebut tidak cukup membuat mereka dapat berbicara banyak di "laga tengah malam," laga knock-out biasa disiarkan jam 2 dini hari Waktu Indonesia Barat, setelah harus menerima pil pahit tat kala kembali bersua dengan Arda Guler dkk di babak 16 besar. Sebagai informasi tambahan, di pertandingan persahabatan pada bulan Maret kemarin, hanya beberapa bulan sebelum laga "menyesakkan" bagi Austria ini dimulai, mereka unggul telak 6-1 atas Turki.
Baca juga:
Final: Kemarahan Inggris yang Ditanggapi Santai La Furia Roja
![]() | ||
Merih Demiral melesakan gol penentu kemenangan 2-1 atas Austria.Final: Kemarahan Inggris yang Ditanggapi Santai La Furia RojaTampil di hadapan publik Olympiastadion, Berlin 14/7/2024 kedua tim sama-sama dihadiri para fansnya masing-masing. Meskipun begitu, bagi the three lions mereka harus menghadapi laga itu dengan beban yang lebih berat. Tentu saja, tuntutan "membawa pulang sepakbola" bukanlah perkara sederhana; terlebih fakta bahwa mereka bukanlah tim dengan prestasi mentereng di ajang kompetisi sepakbola paling bergengsi sejagat Eropa itu. Tercatat, belum ada "seonggok" pun tropi Euro yang berhasil mereka bawa ke London. Sementara itu, di sisi lain Spanyol merupakan salah satu pemegang titel terbanyak dengan capaian 3 kali keluar sebagai juara. Sebenarnya, ini merupakan pencapaian back to back Inggris sebagai finalis. Ya, semua orang pasti mengira bahwa kali ini mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk kedua kalinya; ini adalah kesempatan kedua bagi mereka merasakan atmosfer final secara berturut-turut. Setelah di edisi pertama mereka harus menelan pil pahit; merelakan Italia "membajak" permainan yang mereka ciptakan itu. Kembali ke permukaan rumput Olympiastadion, pertandingan pun segera dimulai. Tidak ada banyak yang berubah dari starting line-up yang diturunkan Gareth Southgate untuk final Euro part II nya ini. Ia tetap menurunkan skuad terbaiknya dengan pemain bintang mudanya yang sedang bersinar Jude Bellingham (21). Di sudut berseberangan, Luis De la Fuente juga menurunkan skuad yang akan membuat duel final kali ini semakin seru; mereka juga menurunkan pemain muda andalannya Lamine Yamal (16), yang juga berhasil mencuri perhatian banyak penikmat sepakbola di seluruh dunia khususnya di perhelatan Euro Germany 2024 kali ini. Pemain yang kalau di Indonesia ini belum bisa mendapatkan e-KTP, nyatanya sudah menyumbangkan tiga gol untuk Spanyol, termasuk satu golnya ke gawang Perancis di semifinal kemarin. Partai yang ditunggu-tunggu pun dimulai dan berjalan cukup sengit. Hingga akhirnya pada menit ke 47 Nico Williams berhasil memecahkan kebuntuan bagi Spanyol. Harry Kane dkk pun tentu tidak ambil diam, mereka berusaha menyamakan kedudukan sebelum gol penyeimbang Inggris melalui Cole Palmer pada menit ke 73 berhasil diselisihi oleh pemain pengganti Spanyol Mikel Oyarzabal pada menit ke 86. Hasil 2-1 tersebut pun bertahan hingga peluit akhir dibunyikan, sekaligus mencatatkan La Furia Roja sebagai raja baru Eropa.
|


Komentar
Posting Komentar