Seperti yang dirasakan para pekerja lepas digital dimana pun, sebagian besar mereka menganggap kemajuan teknologi AI ini sebagai sebuah ancaman nyata yang tidak bisa dielakkan. Hal itu tercermin dari semakin menurunnya permintaan jasa pekerja lepas digital di beberapa sektor; tak terkecuali sektor yang selama ini banyak menyerap pekerja lepas di seluruh dunia.
Melansir techradarpro, sebuah laporan yang diterbitkan Imperial College Business School, Harvard Business School dan German Institute for Economic Research menemukan bahwa permintaan jasa pekerja lepas digital sebagai penulis dan pemrograman telah mengalami penurunan cukup besar yakni di angka 21% sejak peluncuran ChatGPT November 2022 silam. Bidang-bidang yang rawan otomatisasi seperti menulis, perangkat lunak, dan pengembangan aplikasi terpantau mengalami kelesuan hingga 21% dari daftar pekerjaan. Sementara jasa produksi postingan untuk media sosial dan entry data turun 13%. Ini belum dengan penurunan produksi pemeranan citra atau gambar termasuk desain grafis dan 3D Modelling yang terpantau turun 17%. Tren Penelusuran Google mengonfirmasi penurunan yang lebih besar di sektor-sektor yang sadar dan menggunakan generatif AI.
Namun, Wayne Williams penulis lepas di techradrapro, sesumbar bahwa dirinya memiliki cara jitu sekaligus saran untuk melindungi diri dari bayang-bayang penggusuran mata pencahariannya itu oleh AI.
1. Memperbanyak Keahlian
Orang yang memiliki keahlian pasti suatu saat kemampuannya itu akan berguna baik untuk diri sendiri maupun mereka yang memerlukannya, karenanya ia menyarankan itu sebagai salah satu antisipasi dari kehadiran dominasi AI khususnya di area dimana kreatifitas dan kecerdasan emosional manusia sangat penting, seperti berpikir strategis, penyelesaian masalah kompleks, hingga pembuatan konten yang bernuansa.
2. Merangkul Perangkat AI
Meningkatkan produktifitas dan kualitas pekerjaan kita bisa merubah potensi ancaman AI menjadi keuntungan. AI akan terus melanjutkan kiprahnya, oleh karena itu kita perlu belajar dan bekerja sama dengannya.
3. Membangun Personal Branding dan Memperluas Networking
Ini juga penting karena produk AI tidak akan bisa menandingi peluang yang dihasilkan dari aktivitas manusia ini. Hal lain yang juga penting untuk diingat, bahwa jarang sekali hasil AI benar-benar akurat dengan yang diminta perusahaan.
Baca juga:
Meresahkan! ChatGPT Disebut-sebut Sebagai Pemicunya
Ada banyak hasil AI yang mengalami kecacatan atau keanehan luar biasa, contohnya saat menggambar manusia, dalam satu tangan jari tangannya bisa lebih dari lima. Atau bahkan saat membuat artikel yang mungkin memasukan konten berisi informasi palsu sehingga tingkat kepercayaan pembaca menjadi berkurang karenanya.
Dari ketiga tips yang sudah dibagikan Wayne Williams tersebut mana yang menurutmu paling jitu? Namun tentu saja, kamu juga tidak ingin menyimpannya sendirian bukan? Coba beri tahu juga teman-temanmu; jangan sungkan untuk menekan tombol share di bawah.
![]() |
| image credit: pexels referensi: https://www.techradar.com/pro/chatgpt-has-caused-a-massive-drop-in-demand-for-online-digital-freelancers-here-is-what-you-can-do-to-protect-y |

Komentar
Posting Komentar