Meresahkan! ChatGPT Disebut-sebut Sebagai Pemicunya

Disamping kelebihannya yang memukau para pakar, ternyata platform chat dengan kecerdasan buatan ini masih memiliki celah yang bisa disalahgunakan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Buktinya, tiga peristiwa berikut ini dikabarkan menyeret nama ChatGPT sebagai biang keladinya.

1. Digunakan Menyontek

Dilansir dari CNN Indonesia, berpotensi digunakan untuk menyontek, Departemen Pendidikan Kota New York, Amerika sampai memblokir akses ke platform ChatGPT ini pada perangkat yang terhubung dengan internet di setiap sekolah-sekolah negeri.

Hal itu tidaklah berlebihan, mengingat kemampuan dari ChatGPT sendiri yang dapat menjawab berbagai pertanyaan; termasuk yang berkaitan dengan tugas dan ujian sekolah.

2. Gusur Penulis

Seperti yang sudah kita ketahui, produk utama dari ChatGPT ini adalah tulisan. Tentu saja, hal itu juga lah yang menjadikan alasan kuat untuk memungkinkan platform ini menggantikan penulis profesional.

Seorang kolumnis Jason Colavito, dalam cuitan X nya mengatakan, "Seorang klien memberi tahu saya dia tidak akan membayar saya lagi untuk menulis konten untuk situs webnya karena A.I dapat menulisnya secara gratis" kurang lebih seperti itu.

3. Mengelabui Perekrut

Sebuah firma konsultan melaporkan tulisan yang dibuat oleh ChatGPT ketika proses melamar kerja berhasil mengalahkan 80 persen pelamar lainnya.

Hal itu disebut karena ChatGPT dapat menggunakan kata kunci yang menarik untuk para perekrut dan aplikasi/perangkat lunak yang mereka gunakan untuk memfilter tulisan.

Itulah beberapa dampak negatif AI atau kecerdasan buatan yang dikabarkan menyeret nama ChatGPT sebagai biang keladinya. Apa yang bisa Kroketers simpulkan dari temuan ini coba tulis di komentar.

Meresahkan! ChatGPT Disebut-sebut Sebagai Pemicunya


Penasaran dengan Chat-GPT Begini Cara Mencobanya

Mungkin akhir-akhir ini kita lebih akrab dengan istilah ChatGPT saat berselancar di internet. Entah itu di media sosial atau apa pun itu yang membukakan cakrawala serta wawasan kita ketika berada di dunia maya. Adakah di antara Kroketers yang penasaran mengenainya? Atau karena keterbatasan waktu yang dimiliki membuat sebagian dari kita pun enggan pergi untuk mencari tahu mengenainya. Beruntung! Karena kali ini Kroketer akan menjelaskan secara singkat mengenai si ChatGPT ini serta LINK untuk mencobanya.

ChatGPT adalah sejenis chatbot yang memanfaatkan kecanggihan Artificial Intelligency (AI). Diberdayakan oleh teknologi GPT 3.5, sebuah model kecerdasan buatan generasi terbaru ciptaan OpenAI yang dikembangkan bisa memakai data teks dalam jumlah besar dari berbagai macam sumber.

Tanpa basa-basi lagi langsung saja kita menuju ke cara mencobanya. Namun, perlu diingat dikutip dari detiknet  ChatGPT ini memiliki keterbatasan, dimana pengetahuannya sempat terhenti di tahun 2021. Artinya, mungkin ia terkadang akan melontarkan jawaban yang tidak sesuai. Oleh sebab itu, disarankan agar para pengguna tidak langsung percaya begitu saja dari semua jawaban yang dipaparkannya.

  • Buka website resmi ChatGPT di https://chat.openai.com/auth/login

  • Pilih opsi "Sign Up" untuk membuat akun baru atau "Log in" jika kita sudah memiliki akun.

  • Masukan alamat email dan nomor telepon di kolom yang sudah disediakan.

  • Setelah berhasil memverifikasi nomor telepon yang diberikan lewat kode konfirmasi, kita bisa melanjutkan proses pembuatan akun.

  • Ada cara alternatif, yaitu menggunakan akun Google atau Microsoft untuk membuat akun baru hanya dengan satu klik.

  • Setelah memiliki akun OpenAI kita sudah bisa mengakses ChatGPT

  • Ketik pesan atau pertanyaan yang ingin ditanyakan lewat kotak teks yang ada di bagian bawah, lalu klik tombol "Send" di layar atau tekan tombol "Enter" di keyboard.

  • Bot AI ini akan langsung memproses pertanyaan kita dan akan menampilkannya di layar secara real time.

Bagaimana begitu mudahnya bukan untuk mencoba si ChatGPT ini. Bagi yang sudah mencobanya, silakan berikan pengalamannya di komentar.

Penasaran Dengan ChatGPT Begini Cara Mencobanya



Komentar

Posting Komentar