Apa itu Tharid?

Masih dalam suasana Bulan Suci Ramadan, kali ini kita akan berbagi sedikit pengetahuan mengenai apa itu tharid. Pernahkah Kroketers mendengarnya? Yap, tharid adalah salah satu makanan kesukaan Rasulullah loh. Bahkan dalam sebuah riwayat hadits disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengibaratkan tharid ini seperti putrinya Fatimah. Seperti termaktub dalam hadits riwayat Imam Bukhari berikut ini: "Sama seperti tharid yang lebih sedap ketimbang semua masakan, begitu pula Fatimah yang lebih hebat dibandingkan semua perempuan."

Lalu, apakah Kroketers penasaran bentuk makanan seperti apa tharid itu? Tharid merupakan sup kental yang berisi kacang dan irisan daging domba. Kaldunya sangat nikmat merupakan perpaduan dari gurihnya kacang dengan sari daging domba dan rempah-rempah.

Nah, jika kamu ingin menghidangkannya di rumah untuk berbuka atau pun untuk santap sahur, berikut adalah resepnya.

Bahan-bahan:
  • 500 gram daging domba (bisa diganti dengan daging sapi) potong dadu
  • 400 gram kacang chickpea atau sering kita sebut kacang arab (rendam semalaman jika menggunakan kacang yang kering)
  • 1 bawang bombay ukuran besar, kupas dan potong kecil
  • Minyak secukupnya
  • Air secukupnya
  • Garam dan lada
  • Ketumbar secukupnya

Caram membuat:
  • Panaskan panci kemudian isi dengan minyak. Saat sudah panas, masukkan bawang bombay. Tumis hingga aromanya keluar dan warnanya menguning. Taburi garam dan lada untuk meningkatkan rasanya
  • Setelah daging matang, masukan bawang bombay yang telah ditumis
  • Aduk hingga merata kemudian masukkan kacang dan tambahkan air
  • Masukkan lada dan ketumbar
  • Masak dalam api sedang hingga terlihat busa dalam kaldunya
  • Turunkan panas, dan masak dengan api kecil selama 1 jam atau sampai daging empuk
  • Setelah matang taruh dalam mangkuk dan sajikan dengan roti gandum.
Apa itu Tharid?

Halo Kroketers! Bagaimana apakah puasanya lancar, semoga ya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai menu berbuka puasa Nabi Muhammad SAW.

Seperti kita ketahui, bahwa beliau melakukan sesuatu dan menganjurkan kepada kita selaku umatnya untuk tidak berlebihan; apalagi dalam ibadah puasa khususnya saat berbuka. Saat tiba waktu berbuka, beliau biasanya membatalkan puasanya dengan beberapa butir kurma dan air putih. Sesuai hadits riwayat Abu Daud dan Ahmad, "Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthab maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air."

Dari keterangan hadits tersebut sudah jelas bahwa saat Nabi berbuka tidak langsung memakan makanan berat.

Selain kurma dan air putih, Rasulullah juga menyukai sayuran dan buah-buahan. Umumnya jenis makanan ini dikonsumsi setelah beliau selesai mengerjakan shalat maghrib.

Demikianlah Kroketers menu berbuka puasa yang disunahkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. "Sangat berbanding terbalik dengan kebiasaan kita ya hehe, enggak bercanda mungkin penulis saja itu mah." Baiklah, semoga kita semua bisa lebih meneladani Beliau lagi dalam mengerjakan ibadah puasa kali ini.

Baca juga:
Sederet Negara Penghasil Kurma Terbesar di Dunia

Menu Berbuka Rasulullah



Komentar

Posting Komentar