JFA, PSSI nya Jepang: Apa itu Naturalisasi?

Sekali lagi, ini adalah kabar menggembirakan bagi publik sepakbola Asia. Setelah Arab Saudi, kini giliran Jepang menunjukkan tajinya. Tidak main-main, tim yang berhasil mereka tumbangkan adalah Jerman yang notabene merupakan tim unggulan juara di perhelatan akbar sepakbola empat tahunan ini.

Lalu, fakta-fakta apa saja yang bisa kita gali dari “keberhasilan” Jepang di Piala Dunia edisi Qatar kali ini? Tenang, kita tidak akan menggali terlalu dalam. Namun, satu hal yang perlu kita garis bawahi, perbedaan kentara antara postur pemain Jepang dengan pemain Jerman, yang mana hal tersebut selalu menjadi stereotype di kalangan pengamat sepakbola di kawasan, ketika tim-tim Asia khususnya Asia timur mengalami kegagalan saat menghadapi tim-tim Eropa. Anggapan tersebut kini seolah terpatahkan, dengan kemenangan Jepang atas Jerman kemarin; dan itu bisa dibilang sekarang perbedaan postur yang selalu membuat kita kalah, tidak lebih dari sekedar mitos.

Menyinggung dengan keadaan sepakbola di negeri sendiri Indonesia. Kemenangan Jepang kemarin atas Jerman sebenarnya bisa jadi lecutan tersendiri. Seperti kita ketahui, stake holders atau para pemangku kepentingan persepakbolaan di negara kita selalu menjadikan seolah naturalisasi adalah cara terbaik, untuk memajukan dunia si kulit bundar negara ini. Cara instan semacam itu memang tidak ada salahnya, kalau dilihat dari sudut pandang kacamata yang lain. Namun, ada kalanya para pemangku kepentingan itu memikirkan kembali mimpi-mimpi anak bangsa yang sedari kecil sudah berkeinginan untuk menjadi pemain sepakbola top dunia, sekaligus bisa membela timnas negaranya sendiri.

Baca juga: 
Jalan 'Terjal' Messi Dkk


Jadi, bukanlah hal yang berlebihan, apabila target persepakbolaan negara kita ingin bisa mengikuti Piala Dunia, jika Indonesia mau menjadikan Jepang sebagai role model nya. Karena ada beberapa kesamaan antara kita dengan Jepang. Dan hanya satu hal saja yang membedakannya, yakni Jepang sudah mencapai titik itu.

Komentar

Posting Komentar